TUGAS FONOLOGI BAHASA INDONESIA,REZA KOMALA,136210330



TUGAS FONOLOGI BAHASA INDONESIA

NAMA:REZA KOMALA
NPM    :136210330
KELAS  :2B

TUGAS 1


Sifat Hakiki Bahasa
1. Sistematik
Bahasa memiliki dua sistem besar yang juga merupakan bagian inti dari sebuah bahasa, yaitu :
 Sistem bunyiü
 Sistem maknaü

2. Arbiter
Yang dimaksud dengan arbiter adalah tidak adanya aturan secara khusus, hanya kesepakatan sebuah konvensi.

3. Vokal
Hakikat bahasa yang sebenarnya adalah bunyi yang dihasilkan oleh articulator (alat ucap), sehingga bahasa yang sebenarnya adlah bahasa lisan.

4. Simbol
Bahasa sebagai symbol dapat digunakan secara singkat dan efisien. Simbol atau lambang tersebut pada umumnya memiliki arti tersendiri, menggambarkan apa yang dilambangkan.

5. Mengacu pada Dirinya Sendiri
Bahasa manusia dapat digunakan untuk menyebutkan, menjelaskan atau mendeskripsikan bahasa itu sendiri. Hal ini tidak berlaku pada bahasa binatang, bahasa binatang tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa mereka sendiri.

6. Komunikasi
Fungsi utama bahasa adalah sebagai sarana komunikasi yang memungkinkan manusia dapat saling berinteraksi.

7. Dinamis
Bahasa bersifat dinamis, terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan. Sifat dinamis bahasa perlu dilakukan oleh bahasa itu sendiri agar dapat menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga tidak ditinggal zaman atau mati.

8. Produktif
Dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas mampu dibuat bahasa yang jumlahnya tak terbatas

9. Konvensional
Semua anggota masyarakat mematuhi konvensi bahasa bahwa lambing tertentu digunakan untuk mewakili konsep tertentu.

10. Bermakna
Bahasa memiliki makna, sesuai dengan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi.
11. Universal
Dapat diterima atau digunakan secara umum atau orang banyak.


TUGAS II



Segmental adalah fonem yang bisa dibagi. Contohnya, ketika kita mengucapkan “Bahasa”, maka nomina yang dibunyikan tersebut (baca: fonem), bisa dibagi menjadi tiga suku kata: ba-ha-sa. Atau dibagi menjadi lebih kecil lagi sehingga menjadi: b-a-h-a-s-a. 

Suprasegmental adalah sesuatu yang menyertai fonem tersebut yang itu bisa berupa tekanan suara (intonation), panjang-pendek (pitch), dan getaran suara yang menunjukkan emosi tertentu. Nah, kesemua yang tercakup ke dalam istilah suprasegmenal itu tidak bisa dipisahkan dari suatu fonem
.



TUGAS III

Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan.
Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf, kata, unsur serapan, dan tanda baca. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik, yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf.
Ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia sekarang menganut sistem ejaan fonemis, yaitu satu bunyi dilambangkan dengan satu tanda (huruf). Akan tetapi, kenyataannya masih terdapat kekurangan. Kekurangan tersebut terlihat pada adanya fonem (bunyi) yang masih dilambangkan dengan dua tanda, yaitu /ng/, /ny/, /kh/, dan /sy/. Sebaliknya, ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda saja, yaitu /e/ pepet dan /e/ taling. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam penyusunan ejaan bahasa Indonesia yang lebih sempurna.


TUGAS IV


Linguistik teoritis, yaitu bidang linguistik yang mengkaji dan mengupas bahasa untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bahasa. Linguistik teoritis ada ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Linguistik yang bersifat umum biasanya disebut linguistik umum yang berusaha memahami ciri-ciri umum dari berbagai bahasa. Linguistik teoritis yang khusus berusaha menyelidiki ciri-ciri khusus dalam bahasa tertentu saja. Linguistik teoritis mencakup: linguistik deskriptif, linguistik historis komparatif. Pembagian ini dirinci satu persatu sebagi berikut:
1. linguistik teoritis adalah cabang llinguistik yang memusatkan perhatian pada teori umum dan metode-metode umum dalam penyelidikan bahasa;
2. linguistik deskriptif disebut juga linguistik sinkronis adalah bidang linguistik yang menyelidiki sistem bahasa pada waktu tertentu saja. Misalnya: bahasa Indonesia dewasa ini, bahasa Inggris yang dipakai oleh shakepeare, dan sebagainya tanpa memperhatikan perkembangannya dari waktu ke waktu. Cabang ini terbagi atas fonologi deskriptif, morfologi deskriptif, sintaksis deskriptif, leksikologi deskriptif. Fonologi meneliti tentang ciri-ciri bunyi dan fungsi bunyi. Morfologi menyelidiki tentang kata, unsur, dan proses pembentukannya, sintaksis menyelidiki satuan antara satuan-satuan itu. Morfologi dan sintaksis termasuk dalam tataran tata bahasa atau gramatika. Leksikologi menyangkut perbendaharaan kata atau leksikon; c) linguistik historis komparatif (diakronis) adalah linguistik yang mempelajari dan menyelidiki perkembangan bahasa dari satu masa ke masa lain, serta menyelidiki perbandingan satu bahsa dengan bahasa lain untuk menemukan bahasa purba atau bahasa proto sebagai bahasa induk bersama. LHK terbagi pula atas bidang (1) fonologi), (2) morfologi, (3) sintaksis, (4) leksikologi historis komparatif. Dinyatakan pula bahwa bahasa mempunyai aspek makna atau aspek semantis. Penyelidikan tentang aspek ini baik yang bersifat teoritis umum maupun yang bersifat deskriptif dan bersifat historis komparatif, disebut semantik. Bidang ini sering disebut semantik linguistik, untuk membedakannya dengan semantik filosofis, yakni cabang ilmu filsafat yang juga menyelidiki makna.
Linguistik Terapan (appllied linguistics) adalah pemanfaatan pengetahuan tentang alamiah bahasa yang dihasilkan oleh peneliti bahasa yang dipergunakan untuk meningkatkan keberhasilan tugas-tugas praktis yang menggunakan bahasa sebagai komponen inti. mencakup bidang: pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikologi, fonetik terapan, sosiolinguistik terapan, pembinaan bahasa internasional, pembinaan bahasa khusus, linguistik
medis, mekanolinguistik. Penjelasanya sebagi berikut:
a) pengajaran bahasa mencakup metode-metode pengajaran bahasa, ucapan bunyi-bunyi dengan
b) pelajaran bahasa, strategi, model, dan cara-cara pengajaran bahasa.
c) Penerjemahan, mencakup metode dan tehnik pengalihan amanat dari satu bahasa ke bahasa lain.
d) Leksikografi, mencakup metode dan tehnik penyusunan kamus.
e) Fonetik terapan, mencakup metode dan tehnik pengucapan bunyi-bunyi dengan tepat, misalnya untuk melatih orang yang gagap, untuk melatih pemain drama, dan sebagainya.
f) Sosiolinguistik terapan, mencakup pemanfaatan wawasan sosiolinguistik untuk keperluan praktis, seperti perencanaan bahasa, pembinaan bahasa, pemberantasan buta aksara, dan sebagainya.
g) Pembinaan bahasa Internasional, mencakup usaha untuk menciptakan komunikasi dan saling pengertian internasional dengan menyusun bahasa buatan seperti bahasa esperanto.
h) Pembinaan bahasa khusus, mencakup penyusunan istilah dan daya bahasa dalam bidang-bidang khusus, antara lain dalam militer, dalam dunia penerbangan, dalam dunia pelayaran.
i) Linguistik medis, membantu bidang patologi dalam hal penyembuhan cacat bahasa.
j) Grafologi, kajian linguistik tentang tulisan-tulisan.
k) Mekanolinguistik, mencakup penggunaan linguistik dalam bidang komputer dan usaha untuk membuat mesin penerjemah, usaha pemanfaatan komputer dalam penyelidikan bahasa, misalnya dalam penyusunan konkordansi teks-teks, dalam perhitungan frekwensi kata-kata untuk perkamusan dan pengajran bahasa.
Bidang ini disebut juga linguistik komputasi. Kajian linguistik terapan merupakan salah satu bagian dari kajian linguistik interdisipliner. Kajian interdisipliner yang antara lain psikolinguistik, sosiolinguistik, etnolinguistik. Secara singkat penjelasannya sebagai berikut:
1. Filsafat bahasa adalah kajian yang mengupas kodrat dan kedudukan bahasa manusia dalam hubungannya dengan filsafat dan peranan melahirkan pemikiran filsafat;
2. Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan perilaku serta akal budi manusia atau ilmu interdisipliner linguistik dengan psikologi;
3. Etnolinguistik adalah cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyrakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan. Bidang ini disebut juga linguistik antropologi. Berdasarkan hubungan dengan faktor di luar bahasa objek kajiannya dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro Linguistik mikro mengarahkan kajian pada struktur internal atau struktur bahasa tertentu atau subsistem bahasa tertentu, maka dalam linguistik mikro terdapat pembidangan fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Ada juga yang menggabungkan morfologi dengan sintaksis menjadi morfosintaksis, dan menggabungkan morfologi dengan semantik dan leksikologi menjadi leksikosemantik. Namun, dalam makalah ini akan membahas mengenai fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, dan sejarah aliran linguistik. Kemudian, dalam kajian mikrolinguistiknya, yaitu sosiolinguistik, psikolinguistik, antropolinguistik, pragmatik, dan neurolinguistik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS